Page 267 - THE SERENDIPITY OF FIRST SIGHT BY GAMALIA15
P. 267
memanggil karyawan di sana untuk memastikan harga. "Minggu
depan temenin ukur dapur rumah ya, beb," pintanya. Aku
mengangguk pelan.
Langkah kami berlanjut hingga menemukan sebuah meja
makan putih dengan empat kursi senada. Kali ini, selera kami
bertemu di satu titik yang sama.
"Beb, nanti meja makannya yang ini aja," pintaku.
"Boleh," jawabnya singkat namun pasti.
Kami juga melewati area kamar anak.
"Nanti kamar Azell mau didesain kayak gini ah," seruku antusias.
Farras hanya tersenyum, genggaman tangannya di jemariku tak
juga terlepas. Sampai kami tiba di sebuah mock-up kamar luas
yang menyatukan tempat tidur utama dengan ranjang bayi.
"Beb lihat, lucu banget!” kata Farras.
“iya lucu banget, nanti kaya gini aja beb. Jadi kalau ada Azell nanti
kita tetap bisa tidur bareng."
"Iya," jawabnya melayani khayalanku yang mulai melambung
tinggi.
Kaki kami mulai terasa letih, menandakan waktu untuk
pulang telah tiba. Lucunya, saat sampai di parkiran, kami berdua
lupa di mana motor diparkir. Kami sempat berpencar di tengah
teriknya matahari yang mulai kembali menyengat, membuatku
267

