Page 272 - THE SERENDIPITY OF FIRST SIGHT BY GAMALIA15
P. 272

untuk  menunaikan  salat  Duha  seperti  rutinitasku  biasanya.

          Seperti yang sudah-sudah, Farras menunjukkan sifat posesifnya

          yang  menggemaskan:  dia  melarangku  mematikan  sambungan
          telepon. Maka, biarlah ponsel itu tetap menyala di atas kasur.


          "Alo...  alo...  alo... aloo!" teriakan nyaringnya tiba-tiba menggema
          dari speaker ponsel, memecah kesunyian khusyukku.

          Aku hanya bisa menggelengkan kepala dalam hati. Bagaimana bisa

          pria  dewasa  ini  bertingkah  layaknya  anak  kecil  yang  haus
          perhatian?  Dia  begitu  berisik,  bahkan  di  saat  aku  sedang

          menghadap Sang Pencipta. Namun, ketidakbisa-diamannya justru

          menjadi bumbu yang manis.
               Usai  melipat  mukena,  aktivitas  pagiku  berlanjut  dengan

          bersiap-siap  menuju  kantor,  tentu  saja  masih  ditemani  suara

          napas dan celotehannya di telepon. Hari-hariku selalu terasa jauh
          lebih  indah  jika  dimulai  seperti  ini.  Di  tengah  obrolan,  naluri

          jahilku   bangkit.   Aku     mulai    mengungkit     masa     lalu,


          membandingkan effort luar biasanya saat menjajaki masa PDKT
          dulu, saat dia rajin mengirimkan cokelat manis dan kopi hangat di

          pagi hari dengan dirinya yang sekarang.

          "Kamu sekarang udah nggak sayang lagi ya sama aku?"  godaku,
          sekadar iseng memancing reaksinya.





                                                                        272
   267   268   269   270   271   272   273   274   275   276   277