Page 287 - THE SERENDIPITY OF FIRST SIGHT BY GAMALIA15
P. 287
BAB 53 : SIMFONI HUJAN DI ATAS PUSARA
Minggu, 8 Februari 2026: Ego yang Meluruh dalam Tahlil
Minggu pagi itu, langit seolah enggan menampakkan
wajahnya. Sejak subuh, hujan turun dengan ritme yang stabil dan
menderu, menciptakan simfoni dingin yang mengetuk-ngetuk
jendela kamarku. Rencana ziarah ke makam mama Farras yang
sudah kami susun seminggu lalu seketika terasa abu-abu. Dalam
benakku, tidak mungkin ada orang yang mau menembus badai
seperti ini hanya untuk pergi ke pemakaman.
Namun, getar ponsel di kasur memecah lamunanku. Sebuah
pesan singkat dari Ammar muncul di layar: "Aku otw ya."
Aku mengerutkan kening.
"Hujan deras sekali, Mar. Apa nggak sebaiknya ditunda?" balasku
cepat.
"Tunggu sampai jam 7. Kalau reda kita berangkat," sahutnya
pendek.
Kepanikan kecil menyerangku. Aku bahkan belum menyentuh air
mandi. Sambil menunggu keajaiban cuaca, aku bergegas
menyiapkan diri. Namun, hingga pukul 07.30 WIB, langit justru
makin gelap. Hujan tak menunjukkan tanda-tanda akan mereda.
Aku duduk di tepi tempat tidur, menunggu kepastian yang tak
287

