Page 292 - THE SERENDIPITY OF FIRST SIGHT BY GAMALIA15
P. 292
dingin. Kami menyantapnya dengan terburu-buru, seolah ingin
segera mengakhiri sisa waktu yang terasa menyesakkan ini.
Sesampainya di rumah, dinding-dinding kamar menjadi
saksi betapa rapuhnya pertahananku. Mataku bengkak, dadaku
masih terasa sakit, bukan hanya karena luka batin, tapi juga
karena asam lambung yang mulai merangkak naik akibat tangis
yang tak kunjung usai. Dalam balutan pilu, aku mencoba
bersandiwara.
Aku mengunggah sebuah foto sepiring sushi yang tampak
menggiurkan ke WhatsApp Story . Aku ingin terlihat baik-baik saja,
atau lebih tepatnya, aku ingin memancing amarahnya. Aku tahu
betul tabiatnya; ia adalah pria yang akan meledak jika aku
melangkah tanpa izinnya.
Benar saja, sebuah pesan masuk menghampiri layar
ponselku: "Aku baru bangun, kamu di mana?"
Aku sengaja membisu. Alih-alih membalas, aku justru
mengunggah tulisan lain, sebuah peringatan halus namun tajam:
"Jangan pernah menyakiti wanita penderita GERD, karena
taruhannya adalah nyawa." Aku ingin ia tahu bahwa kata-katanya
tadi pagi tidak hanya melukai hati, tapi juga menyiksa fisikku.
Namun, ia hanya menjadi penonton dalam diam. Namanya muncul
292

