Page 300 - THE SERENDIPITY OF FIRST SIGHT BY GAMALIA15
P. 300

dan  mengaku  bahwa  ia  sebenarnya  tidak  memahami  arti

          mendalam dari lagu tersebut.

          "Itu lagu tentang perpisahan, kamu mau kita putus?"   cecarku lagi.
          Pikiranku  sudah  berkelana  liar,  terjebak  dalam  labirin

          overthinking  yang menyiksa.
          "Nggaklah. Aku cuma takut kamu nggak bisa nerima kurangku,"

          jawabnya lirih.

          Aku terdiam, mencoba mencerna kalimatnya. Aku sungguh tidak
          mengerti mengapa dia bisa berpikir demikian. Di mataku, Farras

          sudah mencapai titik sempurna yang bisa aku bayangkan. Meski

          kadang  sifatnya  membuatku  kesal,  tak  sedetik  pun  terlintas
          keinginan untuk mencari pengganti. Dialah pelabuhan terakhirku.

               Hampir  satu  jam  kami  saling  bertukar  cerita  melalui

          panggilan itu. Aku menemaninya secara virtual, menjadi saksi bisu
          saat  ia  membelah  kemacetan  Jakarta  yang  melelahkan  di  jam

          pulang kantor. Suara deru kendaraan dan klakson menjadi latar

          belakang obrolan kami. Begitu dia tiba di rumah, aku memintanya
          untuk segera membersihkan diri dan beristirahat. Aku ingin dia

          melepaskan  seluruh  penatnya,  karena  meski  raga  kami  tidak

          bersentuhan, aku tahu hatinya selalu pulang kepadaku.





                                                                        300
   295   296   297   298   299   300   301   302   303   304   305