Page 303 - THE SERENDIPITY OF FIRST SIGHT BY GAMALIA15
P. 303
bersama anaknya. Bukti bahwa dia memang benar pergi bersama
mereka.
Untuk mengusir rasa cemas yang perlahan merayap, aku
mulai memantau pergerakannya melalui fitur share live location
yang ia bagikan. Dari titik awal di bekasi menuju studio, profil
whatsappnya bergerak perlahan membelah kemacetan menuju
kawasan Kota Tua di Jakarta Barat, sebelum akhirnya berputar
arah kembali ke studio di Jakarta Pusat.
Aku mengembuskan napas lega, berpikir bahwa
petualangan malamnya telah usai dan ia akan segera
mengarahkan kemudinya menuju Bekasi untuk beristirahat.
Namun, dugaanku keliru. Titik itu menetap, tidak menunjukkan
tanda-tanda akan bergerak pulang. Seketika, dadaku berdesir
aneh. Firasatku benar-benar tidak enak malam itu. Sebuah
keyakinan buruk mulai menyusup: besok, dia tidak akan bisa
mengantarku ke stasiun.
Rasa hangat yang tadi sempat bertahta kini menguap,
berganti menjadi kekesalan yang mulai membakar dada.
Bukannya aku egois atau tidak mendukung kebaikannya. Farras
memiliki waktu libur yang cukup panjang, empat hari penuh.
Lantas, mengapa dia harus memilih malam ini untuk pergi hingga
larut? Mengapa harus di malam sebelum ia memikul tanggung
303

