Page 308 - THE SERENDIPITY OF FIRST SIGHT BY GAMALIA15
P. 308
Ada rasa sedih yang menyesakkan, namun anehnya, ada kelegaan
yang menyeruak. Dia mengindahkan keinginanku, meski dengan
kalimat yang sedikit menyengat. Aku termangu, memikirkan
bagaimana aku akan menjelaskan ini pada keluargaku yang
terlanjur menyayanginya.
Sorenya, egoku melunak. Aku mengiriminya pesan singkat.
“Aku kangen tapi aku kesal”. Labil? Mungkin. Tapi begitulah
caraku memproses luka.
Sepanjang malam aku hanya bisa merenung. Apakah dia lelah
menghadapiku? Ataukah aku yang sebenarnya lelah menjadi
"bank" dan "asisten" pribadinya?
Mengingat kembali, hubungan ini terasa ganjil. Aku hanya
kehilangan notifikasi jika kami berakhir. Selama ini, dia tak pernah
benar-benar ada dalam hal-hal besar. Dia hanya ada untuk
meminta top-up e-wallet atau meminta kiriman Gofood. Aku tidak
perhitungan, aku percaya pada konsep take and give. Tapi dia
selalu datang di waktu yang salah, menghubungiku saat aku
bekerja atau saat aku terlelap demi hal-hal sepele. Dan yang paling
menyakitkan? Aku yang selalu memamerkannya pada dunia,
sementara dia menjaga profilnya seolah-olah dia masih sendiri.
308

