Page 309 - THE SERENDIPITY OF FIRST SIGHT BY GAMALIA15
P. 309

Dia ingin rumah kami tak berjendela, sementara aku ingin

          semua orang tahu bahwa ada aku di dalam hidupnya. Apakah aku

          sememalukan itu untuk diakui?
          Pesan  terakhirku  padanya  cukup  panjang.  Aku  mendoakannya

          menemukan  wanita  yang  lebih  sabar,  memintanya  untuk  lebih
          peka, dan menutup kisah ini dengan baik-baik. Dia tak membalas.

          Mungkin  dia  sudah  jenuh,  atau  mungkin  dia  memberiku  ruang

          untuk tenang.
               Selama  di  rumah,  mamah  tak  henti-hentinya  menyebut

          namanya. Zea, keponakanku, berkali-kali memintaku menelepon

          "Calon Om"-nya itu. Aku hanya bisa tersenyum getir.























                                                                        309
   304   305   306   307   308   309   310   311   312   313   314