Page 310 - THE SERENDIPITY OF FIRST SIGHT BY GAMALIA15
P. 310
BAB 58 : EPILOG DI PERON GAMBIR
17 Februari 2026: Isyarat Semesta di Ambang Pintu
Hari ini, aku harus kembali ke Jakarta. Mamah bertanya
siapa yang akan menjemputku di stasiun. Aku berbohong,
mengatakan Farras sedang sibuk dengan persiapan hari raya. Aku
meyakinkan Mamah bahwa Jakarta punya banyak teman untukku.
Pukul 16.00 WIB, kereta mulai melaju meninggalkan Stasiun
Cirebon. Pemandangan sawah di balik jendela mulai mengabur
karena air mataku jatuh lagi. Rasanya sesak. Sepanjang perjalanan
ini, aku hanya bisa menuliskan fragmen-fragmen ini. Tulisan yang
barangkali akan menjadi bab penutup dalam buku cerita kami
berdua.
Aku menyayanginya, sungguh. Tapi mencintainya ternyata
tidak memberiku bahagia. Aku terlalu banyak mengalah, terlalu
sering memaklumi, hingga aku lupa bagaimana cara mencintai
diriku sendiri. Dan pada akhirnya, kami berdua sepakat untuk
menyerah pada keadaan.
Pukul 18.47. Kereta melambat, lalu berhenti dengan desah
besi yang berat di Stasiun Gambir. Aku melangkah turun dengan
separuh nyawa yang tertinggal di gerbong tadi. Setiap anak tangga
yang kupijak terasa seperti beban ribuan ton, tubuhku lemas,
310

