Page 314 - THE SERENDIPITY OF FIRST SIGHT BY GAMALIA15
P. 314
BAB 59 : ANATOMI LUKA DI RAMADHAN PERTAMA
19 Februari 2026: Sepuluh Menit di Batas Nadir
Hari ini, semesta menyambut Ramadhan pertamanya.
Sebuah momen yang seharusnya diselimuti kedamaian, namun
bagiku, ini adalah awal dari sebuah ingatan yang akan terpahat
abadi, sedalam apa pun aku mencoba melupakannya. Ini adalah
lembaran hari yang dulu amat dinantikan olehku dan Farras. Kami
pernah merajut janji sederhana: melangkah bersama, menepis
dinginnya malam Jakarta, dan menunaikan salat tarawih
berjamaah di masjid yang tak pernah absen kami lewati setiap
hari. Namun, takdir rupanya gemar bercanda. Rencana-rencana
manis itu menguap begitu saja ke udara, lenyap bersamaan
dengan runtuhnya jembatan hubungan kami.
Semenjak kata "putus" terucap waktu itu, ruang di antara
kami mendadak sunyi. Tidak ada lagi sapaan, tidak ada lagi ruang
berbagi. Namun, bayangan kesunyian di hari pertama berpuasa
membuat pertahananku runtuh. Hari ini, dengan jemari yang
gemetar, aku mengirimkan pesan singkat kepada Farras. Aku
memintanya atau lebih tepatnya memohon untuk menemaniku
berbuka puasa.
314

