Page 317 - THE SERENDIPITY OF FIRST SIGHT BY GAMALIA15
P. 317
menempel di tubuh. Demi pertemuan ini, aku sengaja memilih
outfit yang memutar kembali memori masa lalu, setelan baju tidur
putih yang dipadukan dengan cardigan hangat, persis seperti
pakaian yang kukenakan saat pertama kali takdir
mempertemukan kami.
Sebuah pesan singkat masuk kembali. "Aku udah di bawah,
aku pulang 17.50 ya."
Tuhan, dia hanya memberiku waktu sepuluh menit untuk bertatap
muka. Sedingin itukah hatinya sekarang? Apakah dia benar-benar
sudah mencapai titik nadir, lelah menghadapi egoku yang selama
ini menjulang terlalu tinggi?.
Dengan langkah terburu-buru, aku menemuinya di bawah.
Wajahnya datar, garis mukanya mengeras, dan dengan nada suara
yang asing ia memintaku untuk langsung pada inti pembicaraan.
Ia bilang ia tidak punya banyak waktu dan ingin membatalkan
rencana berbuka kami yang seadanya itu, dengan alasan telah
berjanji pada papanya untuk berbuka puasa bersama.
"Aku puasa, aku udah nangis kemaren," ucapnya ketus, membela
diri.
"Aku juga puasa," balasku dengan sedikit kesal.
Aku kembali memohon, mengabaikan semua rasa malu. Saat
rindu dan keputusasaan memuncak, aku meredam jarak dan
317

