Page 318 - THE SERENDIPITY OF FIRST SIGHT BY GAMALIA15
P. 318

mencoba  memeluk  tubuhnya.  Namun,  Farras  menolak.  Ia

          berusaha melepaskan  dekapanku  dengan kasar. Di mataku saat

          itu, sikapnya terasa begitu kejam. Aku yang keras kepala kembali
          memaksa untuk memeluknya, mencoba mencari kehangatan yang

          dulu selalu menjadi milikku. Namun, di tengah pergulatan emosi
          itu,  jemariku  tak  sengaja  menarik  dan  merobek  jas  hujan  yang

          sedang ia kenakan karena ia terus mencoba menghindar.

               Kemarahan Farras pecah. Dengan kilat amarah di matanya,
          ia melepas jas hujan yang robek itu dan melemparkannya begitu

          saja  ke  atas  lantai.  Di  sana,  di  bawah  langit  senja  yang  kian

          meremang,  aku  terisak.  Tangisku  pecah  menjadi  raungan  yang
          kencang. Itulah kali pertama dalam hidupku, aku menangis hingga

          kehabisan napas, meratapi kenyataan bahwa Farras yang lembut,

          Farras  yang  kukenal  dulu,  kini  telah  mati  dan  digantikan  oleh
          sosok asing di hadapanku.

               Dengan sisa-sisa kekuatan yang ada, aku memaksakan diri

          berjalan  keluar  untuk  membeli  seporsi  ayam  goreng  untuk
          berbuka.  Dari  kejauhan,  aku  sempat  melihat  Farras  berjalan

          menuju  tong  sampah  di  depan  kostku.  Dengan  gerakan  penuh

          emosi, ia membuang celana jas hujannya ke sana, lalu menutup
          penutup tong sampah itu dengan dentuman yang sangat kencang.





                                                                        318
   313   314   315   316   317   318   319   320   321   322   323