Page 323 - THE SERENDIPITY OF FIRST SIGHT BY GAMALIA15
P. 323

denganku, bahkan alas kaki kami pun sama-sama sepasang crocs.

          Ingatanku  langsung  melesat  pada  kilas  balik  setahun  lalu,  saat

          pertama  kali  kami  bertemu.  Waktu  itu,  kami  juga  tak  sengaja
          memakai  baju  'kembaran'  seolah  sudah  berjanji  mengenakan

                       .
          outfit couple Hari itu ia memakai jaket krem dan celana hitam,
          sementara aku berbalut korean midi dress    hitam berlengan krem.

          Memandangnya sore ini membuatku sadar, sudah teramat lama

          kami tidak bersua.
               Rencana awal kami adalah berburu takjil dan makan malam

          di  Tanjakan  13.  Namun,  Jakarta  dan  kemacetannya  yang  egois

          memaksa kami realistis. Jalanan terkunci rapat.
          "Buka di sekitar sini aja, ya? Enggak bakal keburu kalau ke sana,"

          ucap Uda, memecah keheningan jalan. Aku mengangguk setuju.

               Niat  awal  untuk  menyambangi  Richeese  pun  gugur.  Kedai
          Mie  Bangladesh  yang  tak  jauh  dari  kostku  akhirnya  menjadi

          pelabuhan  kami  malam  itu.  Kami  memilih  sudut  di  lantai  satu,

          sebab lantai dua sedang dalam tahap renovasi. Di meja kayu itu,
          kami memesan dua porsi Mie Bangladesh yang mengepul hangat,

          sepiring nasi goreng spesial, tiga butir puding telur, dan dua botol

          air mineral.
          "Nanti habis makan, kita pesan wedang uwuh ya buat kamu," ujar

          Uda hangat, matanya memancarkan perhatian yang tulus.


                                                                        323
   318   319   320   321   322   323   324   325   326   327   328