Page 326 - THE SERENDIPITY OF FIRST SIGHT BY GAMALIA15
P. 326

"Gua lagi di Jakarta Timur, nemenin cewek gua,"   jawab Uda lugas

          ke seberang telepon.

               Aku seketika terdiam. Kata "cewek gua" terasa begitu berat
          menghantam  kesadaranku.  Ada  gelombang  rasa  bersalah  yang

          teramat  besar  menyeruak  ke  permukaan.  Aku  merasa  berdosa
          karena  membiarkannya  melangkah  sejauh  ini,  sementara  di

          mataku,  dia  tak  lebih  dari  sosok  abang  tempatku  bertumpu.

          Selesai menelepon, Uda bercerita bahwa temannya mengajaknya
          nongkrong, dan ia berjanji akan menyusul nanti setelah urusannya

          denganku selesai.

               Sekitar  jam  sembilan  malam,  kami  memutuskan  untuk
          mengakhiri makan malam. Uda mengantarkanku pulang, namun

          ia tidak langsung pergi. Ia ikut turun dan duduk di teras kostku.

          Gesturnya  menyiratkan  kekhawatiran,  seolah  ia  tak  tega
          membiarkanku  sendirian  menghadapi  sepinya  Jakarta  Timur.

          Pemandangan ini terasa begitu familiar. Ini adalah perhatian yang

          biasanya dengan sukarela diberikan oleh sosok Farras.
          "Kamu pindah ke Jakarta Barat lagi aja. Biar aku bisa jagain kamu",

          ucapnya lembut memecah keheningan malam. Aku hanya mampu

          membalasnya dengan seulas senyum tipis yang getir.
               Untuk mencairkan suasana, aku masuk ke dalam kost dan

          kembali dengan membawa satu kotak es krim. Di teras malam itu,


                                                                        326
   321   322   323   324   325   326   327   328   329   330   331