Page 327 - THE SERENDIPITY OF FIRST SIGHT BY GAMALIA15
P. 327

kami menikmati manisnya es krim sembari saling bertukar cerita.

          Satu hal yang selalu kusukai dari Uda adalah bagaimana ia selalu

          terlihat begitu antusias setiap kali aku mulai berbicara. Matanya
          selalu berbinar dan senyum tulus tak pernah lepas dari wajahnya.

          Di dekatnya, aku selalu merasa aman untuk menjadi anak kecil
          kembali.

               Jarum jam merayap ke angka sepuluh malam. Uda akhirnya

          berpamitan  untuk  pulang  demi  menepati  janjinya  pada  sang
          teman.

          "Jangan sedih lagi, ya,"  bisiknya pelan, sembari mengelus puncak

          kepalaku  dengan  amat  lembut.  Sebuah  sentuhan  yang
          menenangkan, namun sekaligus menyakitkan.

               Begitu  siluet  mobilnya  menghilang  di  balik  gerbang,  rasa

          sedih itu kembali datang tanpa diundang. Aku kembali didekap
          oleh kesendirian. Sejak jalinan kisahku dan Farras terputus, aku

          merasa  seperti  nahkoda  yang  kehilangan  arah  kompas.

          Kehilangan tempat untuk pulang, dan kehilangan rasa aman yang
          seutuhnya.










                                                                        327
   322   323   324   325   326   327   328   329   330   331   332