Page 306 - THE SERENDIPITY OF FIRST SIGHT BY GAMALIA15
P. 306
stasiun. Firasatku benar, dan itu adalah bagian yang paling
menyakitkan, ketika kamu sudah memprediksi kekecewaanmu
sendiri.
Meledaklah emosiku di dalam keheningan kamar. Selama ini
aku adalah wanita yang berdiri di atas kakinya sendiri, tak pernah
mau merepotkan. Namun, sekali saja aku mencoba meletakkan
beban di bahunya, dia justru membiarkanku jatuh.
Pukul 07.00 WIB, aku memilih pergi. Sendiri. Lebih baik tiba
terlalu awal daripada kehilangan kesempatan memeluk mamah
ku di rumah. Di tengah perjalanan, pukul 07.19, sebuah pesan
singkat masuk.
“Otw beb.”
Sarkasme menguasai jemariku saat membalas,
“Gue sudah di jalan, lo nggak jelas,” lengkap dengan potret jalanan
dari balik jendela mobil yang melaju.
Dia beralasan baru bangun pukul 06.45. Aku terdiam,
mendiamkan pesannya, mendiamkan segala usahanya. Dan
seperti dugaanku, dia tidak mencoba lagi. Mungkin dia sudah
kembali ke pelukan mimpinya.
Di Stasiun Gambir, aku duduk menatap rel yang basah. Masih
ada satu setengah jam sebelum keberangkatan. Sisi hatiku yang
306

