Page 417 - THE SERENDIPITY OF FIRST SIGHT BY GAMALIA15
P. 417

badai  baru  yang  lebih  besar  datang  menggulung  tanpa  ampun.

          Aku benar-benar diserang dari segala penjuru mata angin.

               Popay  yang  menyaksikan  kehancuranku  hanya  bisa
          merengkuh tubuhku yang masih mencoba mencerna semua yang

          terjadi. Dalam diamku, aku menjerit dalam hati, "Ras, selamatin
          gua, Ras."

          "Gua harus bener-bener lepasin dia, Pay,"  bisikku di sela-sela isak

          tangis yang tertahan.
          "Turunin egonya. Cowok itu bakal ngerasa berharga kalau dia bisa


          jadi  tempat  bersandar  buat  ceweknya," sahut  Popay,  mencoba
          meredam badai di kepalaku.
          "Gua ngga mau jadi beban, Pay. Mei ini harusnya gua yang narik

          dia keluar dari keterpurukan, tapi sekarang justru gua yang jatuh

          ke dalam jurang."
          Popay tidak menjawab lagi. Ia hanya terus mendekapku mencoba

          mengalirkan  sisa  kekuatan  yang  ia  punya.  Aku  merasa  buntu.

          Hatiku memberontak, sama sekali tidak ikhlas jika harus dipaksa
          keluar dari orbit kehidupan Farras. Selama  fase  dormansi yang

          melelahkan ini, aku bertahan hidup-hidup hanya demi dia. Sedikit

          lagi  badai  ini  usai,  namun  takdir  justru  mengusirku  dari  tanah
          Jakarta.




                                                                        417
   412   413   414   415   416   417   418   419   420   421   422