Page 418 - THE SERENDIPITY OF FIRST SIGHT BY GAMALIA15
P. 418
Sekitar pukul dua siang, dengan jemari yang masih bergetar,
kukirimkan pesan singkat kepada Farras. Aku mengabarkan
bahwa aku akan segera pergi meninggalkan Jakarta, dan aku
meminta satu pertemuan terakhir sebelum langkahku benar-
benar menjauh.
Waktu bergulir hingga pukul lima sore. Saat aku sedang
duduk termenung di antara riuhnya teman-teman kost, sebuah
notifikasi darinya masuk. Farras mengabarkan bahwa ia baru saja
keluar dari rumah sakit setelah sempat pingsan di basement
kantor dan harus menjalani rawat inap selama beberapa hari. Ia
beralasan terkena sinus dan melampirkan foto hasil tes CBC
(Complete Blood Count) miliknya, tanpa menyertakan hasil CT
scan.
Sebagai orang yang paham, aku membaca baris-baris angka
di lembar laboratorium itu. Ada indikasi kuat anemia defisiensi
besi yang menjadi dalang di balik pingsannya. Lewat ruang
obrolan, aku memintanya untuk mengonsumsi lebih banyak
sayuran hijau. Namun perihal sinusnya? Pikiranku didera sangsi.
Apakah diagnosis itu hanya sebatas anamnesis keluhan, ataukah
ia sedang merajut kebohongan? Entahlah, aku terlalu lelah untuk
peduli.
418

