Page 422 - THE SERENDIPITY OF FIRST SIGHT BY GAMALIA15
P. 422
Namun, semesta rupanya punya selera humor yang getir.
Nyatanya, sebelum bulan Mei datang, aku justru dipaksa untuk
merelakan dan melepasnya pergi. Setiap embusan napasku kini
terasa begitu berat. Dadaku sesak, dihantam telak oleh realita
demi realita yang seolah bersekongkol memaksaku berjalan
mundur menjauh darinya.
Malam ini, bendungan di mataku kembali runtuh. Tangisku
pecah dalam kesunyian kamar, menyuarakan rasa sakit yang
teramat sangat. Di dalam kepala, aku seolah berteriak histeris,
memanggil nama Farras agar dia mau mengulurkan tangan dan
menyelamatkanku dari jurang kehampaan yang siap menelanku
hidup-hidup. Tapi aku tahu, itu hanya gema yang tak bertuan.
Energiku sudah terkuras habis, benteng pertahanan mentalku
sudah berada di titik minus.
Malam ini, aku benar-benar kehilangan arah. Waras yang
kupertahankan mati-matian akhirnya hancur lebur. Tanpa sempat
berpikir logis, jemariku bergerak sendiri, mendial nomor Farras.
Begitu sambungan terhubung, tangisku tumpah ruah, sejadi-
jadinya.
"Kamu kenapa nangis?" Terdengar suaranya di seberang sana,
datar namun familier.
422

