Page 426 - THE SERENDIPITY OF FIRST SIGHT BY GAMALIA15
P. 426
gawai lain dan mencoba mengirimkan pesan melalui nomor
WhatsApp-ku yang kedua. Hasilnya? Tetap sama. Sebatang
centang abu-abu kembali menertawakan kecemasanku.
Pikiranku kian bercabang, saling bertubrukan antara logika
dan ketakutan. Apakah fisiknya kembali tumbang? Ataukah dua
nomor pribadiku memang sengaja dikunci dari hidupnya?
Rasanya mustahil jika seorang pria yang memegang kendali
sebagai seorang Human Resources (HR) memilih untuk
mematikan ponselnya seharian penuh di hari pertama ia aktif
bekerja. Logikaku menolak percaya.
Dipicu oleh rasa penasaran yang membakar, akhirnya
kuputuskan untuk menggunakan nomor kantor. Sebuah pesan
singkat kukirimkan sebagai umpan terakhir dan seketika itu juga,
dua centang abu-abu berubah menjadi hijau, lalu biru. Terkirim,
dan terbaca.
Pada detik itu, seluruh persendianku rasanya meloloskan
diri. Lemas. Ada sesuatu yang patah di dalam dada, menyisakan
kekosongan yang menyesakkan.
"Kamu blocked aku? Aku salah apa?" tanyaku melalui pesan itu,
menuntut kejujuran yang paling telanjang.
426

