Page 431 - THE SERENDIPITY OF FIRST SIGHT BY GAMALIA15
P. 431

untuk  memperingati  hari  bumi.  Bertahan  di  kamar  hanya  akan

          membuatku mati lemas dalam panas dan pikiran yang kalut.

               Pukul 20.00 WIB, aku melangkah keluar menuju balkon kost.
          Di sana ada Popay dan Riri yang memandangku dengan tatapan

          menyelidik. Mereka penasaran, siapa pria yang akhirnya berhasil
          "menyeretku"  keluar  setelah  berbulan-bulan  aku  hanya

          mengurung diri dan meratapi kepergian Farras. Jangankan untuk

          berkencan, sekadar mengangkat telepon dari pria lain pun aku tak
          punya sisa energi.

               Sebuah sedan Civic hitam berhenti tepat di depan gerbang.

          "Lo dijemput pake mobil ka? Anjir civic, keren banget mobilnya,"
          celetuk Riri takjub.


          "Gebetan gue bermobil semua," jawabku dengan nada sombong
          yang kupaksakan, sekadar untuk menutupi lubang di hati. Namun
          jauh  di  dalam  sana,  aku  membatin,  bolehkah  pemilik  Xpander

          hitam saja yang menjemputku sekarang?

          Aku turun dan menemui Jovan. Pria keturunan Pekanbaru yang
          tumbuh  besar  di  Bekasi  itu  tampak  santai  namun  tetap  stylish

          memakai celana chinos pendek beige dipadukan kaos oversized

          berwarna  mocca Ia  seorang  manajer  export-import  dengan
                            .
          perawakan tinggi,  kulit bersih, dan kacamata yang membingkai

          wajahnya. Secara fisik dia adalah kriteriaku.


                                                                        431
   426   427   428   429   430   431   432   433   434   435   436