Page 436 - THE SERENDIPITY OF FIRST SIGHT BY GAMALIA15
P. 436
mempertahankan hubungan ini, aku hanya sedang menantang
risiko dari Sang Pemilik Semesta. Petunjuk-Nya sudah terlalu
benderang, terpampang nyata lewat rangkaian kecewa bahwa
Farras memang bukan takdir yang dituliskan untuk bersanding
bersamaku.
Sebenarnya, beberapa hari ke belakang, mendung di hatiku
sempat sedikit menyisip. Suasana hatiku membaik, dan aku
perlahan-lahan belajar untuk berdamai dengan badai di dalam
diri. Sahabat-sahabatku seperti Uda, Kiky, dan Arwin menjadi
barikade yang menjagaku agar tidak jatuh. Ponselku tak pernah
sepi dari panggilan mereka. Di antara kami sama sekali tidak ada
sekat romansa, ini murni ketulusan sebuah pertemanan. Mereka
seolah menjadi jangkar, menahanku dengan sekuat tenaga agar
aku tidak tenggelam lebih dalam ke dasar kolam depresi yang
pekat.
"Gua seneng liat lo ceria lagi kaya gini," suara Kiky terngiang,
hangat di ujung telepon kala itu. Dia adalah saksi hidup yang
paling tahu betapa hancur dan gilanya aku setelah badai
perpisahan dengan Farras menghantam. Di masa-masa paling
kelam dalam hidupku, Kiky-lah yang selalu berdiri di sana,
mengulurkan tangan, dan memastikan aku tidak melupakan cara
untuk tersenyum.
436

