Page 438 - THE SERENDIPITY OF FIRST SIGHT BY GAMALIA15
P. 438

"Kamu masih di kost?" balasnya, dengan sengaja membelokkan
          arah pembicaraan.

               Aku tidak ingin masuk ke dalam jaring permainan katanya
          lagi.  Dengan  tegas,  aku  menarik  kembali  topik  ke  jalur  awal,

          menagih janji manisnya yang telah kedaluwarsa. Kala itu, aku bisa
          merasakan  betapa  dinginnya  sikapku  sendiri,  sekeras  es  yang

          membeku.  Dia  kemudian  berdalih  akan  mentransfer  uang

          tersebut setelah pulang kerja, sekalian menemuiku di kost. Sebuah
          kerutan dalam muncul di keningku. Logikaku menolak keras, dia

          memiliki akses m-banking    di genggamannya, lalu mengapa harus

          menunggu  jam  kerja  usai  dan  repot-repot  menemuiku  secara
          langsung?

               Dia  hanya  sedang  mengulur  waktu,  mencari  celah  untuk

          kembali  manipulatif.  Padahal,  andai  saja  dia  berterus  terang
          bahwa uangnya belum ada, aku pasti akan memakluminya dengan

          lapang  dada.  Aku  langsung  menolak  mentah-mentah  niatnya

          untuk datang ke kost. Dengan nada bicara yang tak menyisakan
          ruang perdebatan, aku menegaskan bahwa hubungan kami saat

          ini  tak  lebih  dari  sekadar  urusan  transaksional.  Setelah  angka-

          angka itu berpindah, aku berharap lembaran cerita kami benar-
          benar ditutup rapat dan usai untuk selamanya.





                                                                        438
   433   434   435   436   437   438   439   440   441   442   443