Page 439 - THE SERENDIPITY OF FIRST SIGHT BY GAMALIA15
P. 439

Alasan utamaku begitu gencar menagih uang itu sebenarnya

          sederhana: aku ingin memutus seluruh tali yang mengikat kami.

          Selama utang itu belum lunas, hal tersebut akan selalu menjadi
          jembatan baginya untuk tetap mengetuk pintu hidupku, dan aku

          sudah teramat lelah, teramat muak dengan segala drama yang dia
          ciptakan.  Namun,  takdir  lagi-lagi  menunjukkan  wajahnya  yang

          pahit.  Ketika  jarum  jam  menunjukkan  waktu  pulang  kerja,

          notifikasi  yang  kunantikan  tak  kunjung  tiba.  Dia  belum  juga
          mentransfernya. Untuk kesekian kalinya, dalam daftar yang sudah

          terlalu panjang, dia kembali berbohong.

               Di detik itulah, logikaku seperti menggertak sadar. Pikiran
          sehatku  berteriak,  mengingatkan  betapa  seringnya  pria  ini

          bersilat lidah. Sejujurnya, jauh di lubuk hatiku, aku tahu ada begitu

          banyak kebohongan yang dia simpan rapat-rapat sejak awal kami
          saling mengenal. Hanya saja, dulu aku memilih menjadi buta demi

          cinta. Aku dengan sengaja menutup mata dari segala kejanggalan.

          Kini, yang tersisa hanyalah trust issue  yang mendalam.
               Aku telah kehilangan kemampuan untuk membedakan mana

          ucapannya yang tulus dan mana yang fiktif. Dia benar-benar sosok

          yang  manipulatif.  Pria  itu  tega  menggoreskan  luka  sedalam  ini
          padaku, justru di saat aku dengan segala ketulusanku, pernah rela





                                                                        439
   434   435   436   437   438   439   440   441   442   443   444