Page 437 - THE SERENDIPITY OF FIRST SIGHT BY GAMALIA15
P. 437
Namun, benteng yang kubangun beberapa hari ini ternyata
begitu rapuh. Pagi ini, di sepertiga malam yang sunyi, tangisku
kembali pecah di atas sujud. Pertahananku runtuh total, aku
.
kembali mengalami relapse Rasa sakit itu kembali datang
menuntut ruang, membuatku terisak dalam keputusasaan yang
sama. Aku benar-benar tidak tahu sampai kapan siklus
melelahkan ini harus berputar dalam hidupku. Sembuh, lalu
ambruk lagi. Membaik, lalu hancur lagi. Seolah-olah aku terjebak
dalam lingkaran setan yang tidak memiliki pintu keluar.
Siang harinya, aku mencoba mengumpulkan sisa-sisa
keberanian untuk menghubungi Farras. Bukan karena rindu,
melainkan untuk menagih janji atas hak yang belum
ditunaikannya: utang. Aku masih ingat jelas, bulan lalu tepat pada
tanggal 25 Maret 2026, sebuah pesan darinya masuk, berjanji
dengan kalimat manis bahwa dia akan mengganti uangku di bulan
April nanti. Namun, hingga hari ini, 30 April, hilangnya tak
berbekas tanpa ada tanda-tanda iktikad baik. Akhirnya, aku yang
memulai pergerakan, mengiriminya pesan singkat yang lugas.
"Kalo mau transfer, ke Mandiri aja ya," tulisku, mencoba menjaga
jarak lewat baris teks.
Namun, bukan jawaban kepastian yang kuterima, melainkan
sebuah taktik lama.
437

