Page 432 - THE SERENDIPITY OF FIRST SIGHT BY GAMALIA15
P. 432
"Cute banget," pujinya tulus saat aku masuk ke mobil. Malam itu
aku mengenakan sweater rajut oversized berwarna putih lilac
dengan aksen bunga 3D, dipadukan dengan rok putih dan sandal
Crocs kesayanganku.
"Kok tumben mau diajak keluar? Gabut doang ya kamu?" tanyanya
curiga. Ia tahu betul luka yang baru saja kualami dengan Farras.
Aku hanya beralasan karena stres pekerjaan, lalu kami mencoba
mencairkan suasana dengan candaan sepanjang jalan.
Mobil melaju membelah malam menuju Bekasi. Rencananya,
kami akan menonton Ghost in the Cell di Grand Metropolitan Mall.
Sepanjang jalan, ponsel Jovan tak berhenti berdering. Ia memang
pria sibuk. Biasanya, sabtu malam ia habiskan bersama kawan-
kawannya di Benhil, tapi malam ini ia membatalkan semuanya
demi aku. Ia mulai bercerita tentang keindahan Bekasi dengan
nada bangga. Aku tersenyum getir, ia terdengar persis seperti
Farras yang selalu membela Bekasi habis-habisan di depan
Jakarta.
Sesampainya di mall, ia mengajakku makan. Aku menolak,
meski perutku terasa kosong. Ada perasaan tak nyaman yang terus
mendesak, rasa ingin cepat-cepat mengakhiri malam ini dan
kembali pulang ke kesendirianku.
432

