Page 427 - THE SERENDIPITY OF FIRST SIGHT BY GAMALIA15
P. 427

Hanya  dalam  hitungan  detik,  kecepatan  yang  berbanding

          terbalik dengan senyapnya sepanjang pagi tadi—sebuah balasan

          masuk.
          "Nggaa di blocked, aku baru masuk kerja hari ini,"  tulisnya.

          Ia  kemudian  melanjutkan  dengan  untaian  alasan.  Katanya,  ia

          sengaja  mengaktifkan  mode  Do  Not  Disturb (DND)  lantaran
          merasa  tertekan  dan  stres  karena  terus-menerus  diteror  oleh

          urusan pekerjaan selama masa pemulihannya kemarin. Setelah itu
          dia  memberi  tahu  bahwa  dia  sedang  menuju  masjid  untuk

          menunaikan  ibadah  sholat  Jum’at  bersama  Faisal,  teman

          kantornya.
               Aku  membaca  baris  demi  baris  pembelaan  itu  dengan

          tatapan kosong. Tidak ada riak kemarahan, tidak ada pula hasrat

          untuk  mendebat.  Tanganku  terpaku,  enggan  mengetikkan  satu
          huruf pun untuk membalasnya. Sebab di titik ini, aku sadar bahwa

          pondasi  paling  dasar  di  antara  kami  telah  runtuh.  Aku  benar-

          benar telah kehilangan kompas untuk memercayai setiap aksara
          yang keluar dari mulutnya.

               Biarlah. Kubiarkan gelembung percakapan itu menggantung

          dingin di layar kaca, tanpa penutup, tanpa kepastian. Aku memilih
          berbalik  arah,  membiarkan  alasan-alasannya  berlalu  dan





                                                                        427
   422   423   424   425   426   427   428   429   430   431   432