Page 419 - THE SERENDIPITY OF FIRST SIGHT BY GAMALIA15
P. 419
Mengetahui ia kembali tumbang di rumah sakit, ada rasa
sedih yang menyergap, namun bercampur dengan rasa dongkol
yang membuncah.
“Begitu lemahkah mentalmu, Ras? Sampai-sampai masalah ini
berlarut-larut menghancurkan fisikmu?“,
Rasanya aku ingin berteriak tepat di wajahnya, “bebanmu tidak
ada apa-apanya dibandingkan badai yang sedang meremukkan
tulang-tulangku saat ini!” .
"Mau call?" tanyanya kemudian.
"Nanti malam aja", jawabku singkat. Aku masih butuh waktu
untuk menata serpihan hatiku bersama teman-teman.
Malam pun tiba, melarutkan sisa-sisa riuh siang tadi. Aku
menghubunginya lewat sambungan telepon. Ia menceritakan
bagaimana ia bisa pingsan di basement, lalu dibawa ke Rumah
Sakit Mayapada. Setelah itu, dia angsung memberondongku
.
dengan pertanyaan mengapa aku memilih resign Aku memang
mengaku resign padanya. Ia memintaku untuk tetap bertahan di
Jakarta, bahkan menawarkan diri untuk membantuku mencari
pekerjaan baru.
Saat aku berdalih bahwa aku berencana melanjutkan studi
S2, ia mendengus heran.
419

