Page 43 - THE SERENDIPITY OF FIRST SIGHT BY GAMALIA15
P. 43

BAB 9 : SENYAP DI LAMPUNG


             25 Oktober 2025: Saat Sunyi Menjadi Kawan


               Sabtu pagi menyapa dengan pijar mentari yang terasa sedikit

          lebih  garang  dari  biasanya.  Di  balik  jendela,  langit  Jakarta
          membentang biru tanpa awan, membiarkan hawa panas merayap

          masuk  ke  celah-celah  kamar.  Di  tengah  keheningan  yang  mulai

          gerah  itu,  sebuah  notifikasi  memecah  lamunan.  Farras
          mengirimkan sebuah pesan.

                 Ia  mengirimkan  sebuah  foto  laut  yang  terlihat  biru.  Ia

          bercerita singkat bahwa ia sedang mengecek kantor cabang  yang
          letaknya  tidak  jauh  dari  pantai.  Kami  sempat  bertukar  kata

          beberapa kali, sebuah obrolan ringan yang mengalir di antara sela-
          sela  kesibukannya.  Namun,  tiba-tiba  percakapan  itu  terputus.

          Pesan terakhirku hanya berakhir dengan dua centang biru, tanda

          bahwa ia telah membacanya, namun tak ada kata yang kembali.
          Aku tak lantas merasa gusar. Ada ketenangan yang aneh di hatiku.

          Aku  hanya  berasumsi  bahwa  dia  sedang  benar-benar  sibuk
          mengurus pekerjaannya di Lampung. Aku membiarkan ponselku

          tergeletak, memilih untuk tidak terlalu memikirkannya.








                                                                          43
   38   39   40   41   42   43   44   45   46   47   48