Page 47 - THE SERENDIPITY OF FIRST SIGHT BY GAMALIA15
P. 47
"Sinyalnya jelek, aku matiin dulu ya," pamitnya.
Sebagai gantinya, ia mengirimkan sebuah rekaman video
singkat. Dan benar saja, hamparan laut yang ia kirimkan tampak
begitu memukau, sebuah perpaduan warna yang menenangkan.
Tak lama setelah itu, ia berpamitan untuk melanjutkan
petualangan kecilnya di atas kapal. Katanya, ia ingin mencoba
berbincang dengan orang-orang baru yang ia temui di sana.
Malam merayap semakin larut ketika sebuah pesan darinya
muncul kembali. Ia telah menjejakkan kaki di Pelabuhan Merak
dan melanjutkan perjalanan menuju Jakarta menggunakan travel.
Namun, perjalanan darat itu terasa begitu panjang dan
menjemukan. Hingga jarum jam menunjukkan pukul sepuluh
malam, ia belum juga sampai di titik tujuan. Rasa kantuk yang
hebat akhirnya menjemputku, membuatku terlelap tanpa sempat
memantau sisa perjalanannya hingga ke rumah.
47

