Page 48 - THE SERENDIPITY OF FIRST SIGHT BY GAMALIA15
P. 48
BAB 11 : EPILOG DARI TANAH LAMPUNG
27 Oktober 2025: Di Bawah Tenda dan Seporsi Teriyaki
Sosok perusuh ketenangan itu akhirnya kembali
menginjakkan kaki di tanah Jakarta. Melalui sebuah pesan singkat,
ia mengabarkan bahwa kepulangannya tertunda hingga tengah
malam menyapa. Ada desah napas berat yang lolos dari bibirku,
bayangan tentang hari-hari tenang yang akan segera berganti
dengan kebisingan ulahnya mulai menari-nari di kepala. Jujur saja,
jauh di lubuk hati, aku berharap ia bisa menetap sedikit lebih lama
di Lampung.
Ia bercerita betapa semesta seolah sedang mengujinya.
Setelah berhari-hari beradu fisik dengan terik matahari Lampung
yang memanggang kulit, ia terpaksa membatalkan tiket pesawat.
Perjalanan darat menjadi pilihannya, membelah selat dengan
kapal, menyambung dengan travel, dan setibanya di Jakarta, ia
masih harus memacu sepeda motornya demi sampai ke rumah.
Sebuah narasi kelelahan yang luar biasa, namun nyatanya, ia tak
kehilangan energi untuk mengusikku.
Seperti rutinitas yang sudah diprediksi, selepas jam kantor,
ia bersikeras untuk menemuiku. Ada rasa lelah yang menggelayut
di pundakku setiap kali harus bersiap menyambutnya setelah
48

