Page 51 - THE SERENDIPITY OF FIRST SIGHT BY GAMALIA15
P. 51
yang mencolok. Sebuah perpaduan yang mungkin mengundang
tawa bagi siapapun yang melihat kami berdampingan.
Saat aku sudah tak sanggup lagi menghabiskan porsiku,
Farras mengambil alih piringku. "Ngga baik buang makanan,
mubazir," katanya bijak sebelum menandaskan semuanya.
Sebelum kami beranjak, ia melirik pakaianku sekali lagi lalu
melempar celetukan khasnya.
"Orang Cirebon outfit-nya aneh banget," ledeknya sambil
terkekeh.
"Bodo amat!" balasku singkat, tak mau kalah.
"Nanti ke PIK mau pakai daster kayak gini juga?"
"Iya dong!" sahutku mantap, yang disambut tawa kecil darinya.
Perjalanan pulang hanya memakan waktu beberapa menit
hingga kami tiba di depan gerbang kost. Setelah pamit singkat, ia
pun berlalu. Aku segera melangkah masuk, menapaki anak tangga
menuju kamarku di lantai tiga, membiarkan sisa-sisa percakapan
malam ini menguap bersama angin Jakarta yang mulai mendingin.
51

