Page 56 - THE SERENDIPITY OF FIRST SIGHT BY GAMALIA15
P. 56
berada di kasta intelektual yang lebih tinggi. Rasanya sungguh
ironis, bagaimana mungkin seseorang yang sedang berusaha
memenangkan hati justru membangun tembok tinggi yang
membuat orang tersebut ingin segera melarikan diri?
Penolakanku sudah tak terhitung jumlahnya. Aku berkali-
kali mencoba mengusirnya setiap kali ia muncul di depan gerbang
kos, terutama setelah kejadian semalam yang sangat mengusik
privasiku. Ia dengan lancang menggali data pribadiku, sebuah
tindakan yang membuatku merasa tidak aman sekaligus muak.
Pagi itu, ia tak menawarkan tumpangan ke kampus karena
harus tiba di kantor lebih awal. Ia berjanji akan menemuiku
setelah jam kerja usai, namun dengan tegas kutolak. Tapi, Farras
tetaplah Farras, sosok keras kepala yang tidak mengenal kata
menyerah meski telah diusir berulang kali. Aku benar-benar ingin
memutus tali komunikasi ini. Untuk menghindari kehadirannya,
aku berdalih bahwa tubuhku sedang tidak fit dan meminta waktu
untuk beristirahat tanpa gangguan.
Sore harinya, ketika aku sedang bersiap menyantap seporsi
penyetan yang baru saja kubeli, sebuah notifikasi masuk memecah
keheningan. "Aku di bawah bawain kamu sup, aku taruh di meja
ya?"
56

