Page 61 - THE SERENDIPITY OF FIRST SIGHT BY GAMALIA15
P. 61
mengabarkan posisinya sudah sangat dekat. Aku sempat bingung,
mengapa beliau tidak memintaku mengirimkan titik lokasi (share
location)? Namun, Mamah segera menjelaskan bahwa Bapak
sudah lebih dulu mengirimkan alamat lengkapku kepadanya.
Aku bergegas turun ke bawah, menunggu dengan perasaan
campur aduk. Tak lama kemudian, sosok Om Eka muncul bersama
Nabilah, putrinya. Gurat lelah terlihat di wajah mereka. Beliau
bercerita betapa macetnya Cikarang ditambah guyuran hujan yang
tak kunjung reda. Mereka sempat menepi sejenak untuk makan
sebelum melanjutkan perjalanan ke tempatku. Namun, ternyata
perjalanan itu tak semulus bayanganku. Tepat saat mereka sudah
hampir sampai di area kos, musibah kecil menghampiri. Ban
motor yang dibawa Om Eka bocor. Rasanya hatiku berdenyut nyeri
karena rasa tidak enak. Di tengah sisa rintik hujan dan lelah yang
mendera, Om Eka harus bersusah payah mencari tukang tambal
ban.
Malam itu, rasa bersalah benar-benar menyelimutiku. Aku
dan Nabilah hanya bisa duduk menunggu di teras, sementara Om
Eka menuntun motor itu sendirian. Sekitar setengah jam berlalu,
beliau kembali dengan napas yang sedikit terengah.
"Tadi tukang tambal bannya di dekat RS Harum” agak jauh
memang karena harus memutar jalan," ceritanya dengan nada
61

