Page 64 - THE SERENDIPITY OF FIRST SIGHT BY GAMALIA15
P. 64
BAB 15 : MIE GACOAN
31 Oktober 2025: Debat Selembar Tissue
Ada titik di mana perhatian tidak lagi terasa manis,
melainkan menjelma menjadi sekat yang menyesakkan. Itulah
yang kurasakan pada Farras akhir-akhir ini. Kehadirannya yang
konstan setiap hari pelan-pelan mengikis ruang napasku. Berkali-
kali kalimat pengusiran sudah kulayangkan, baik secara halus
maupun benderang, namun semuanya menguap begitu saja tanpa
pernah dia hiraukan. Sebagai seorang yang memiliki
kecenderungan avoidant , aku punya mekanisme pertahanan diri
yang mutlak, aku tidak suka dikejar, apalagi dikepung oleh
eksistensi seseorang yang hadir tanpa jeda, pagi dan malam,
seolah duniaku harus berporos padanya.
Sore itu berjalan seperti biasa. Selepas penat bekerja,
bayangannya sudah menyambutku. Farras kembali datang, kali ini
dengan ajakan makan malam. Aku mengekor di belakangnya,
membiarkan roda motornya menyusuri aspal Jalan Revolusi tanpa
tahu pasti ke mana arah tujuan kami. Keheningan di atas motor
membuatku jengah, hingga akhirnya aku membuka suara,
melempar ide spontan untuk makan di Mie Gacoan.
64

