Page 66 - THE SERENDIPITY OF FIRST SIGHT BY GAMALIA15
P. 66

di dadaku. Berada di dekatnya membuatku merasa asing. Obrolan

          kami mengalir dengan sangat kaku,  tersendat oleh pembawaan

          Farras  yang  entah  mengapa  selalu  terdengar  seperti  sedang
          merendahkanku. Di sisi lain, aku sudah kehabisan energi. Energi

          psikisku  telah  terkuras  habis  oleh  rutinitas  kerja  seharian,
          menyisakan aku yang enggan memantik debat.

          "Kamu tuh punya power, Gin. Tunjukin. Kalau diremehin orang,


          jangan  cuma  diam  aja.  Lawan!" serunya  tiba-tiba,  memecah
          kekosongan.     Aku     hanya    mengangguk       samar,    malas

          memperpanjang kata.

          "Katanya  mau  jadi  dosen.  Tapi  kamu  selalu  membatasi
          kemampuan  kamu  sendiri.  Padahal  harusnya  kamu  bisa

          maksimalin potensimu,"   imbuhnya lagi, menatapku lurus.

               Aku menatapnya balik dengan benak yang dipenuhi tanda
          tanya.  Aku  sungguh  bingung  dengan  caranya  berkomunikasi.

          Apakah  kalimat-kalimat  itu  murni  sebuah  motivasi,  atau  justru

          bentuk  lain  dari  caranya  meremehkan  kapabilitas  hidupku?
          Entahlah, ego di dalam diriku telanjur mati rasa untuk peduli. Aku

          hanya  menimpalinya  sekadar  formalitas,  agar  percakapan  ini

          cepat usai.
               Ketegangan yang laten itu akhirnya meledak kecil saat manik

          matanya menangkap genangan air di permukaan meja.


                                                                          66
   61   62   63   64   65   66   67   68   69   70   71