Page 71 - THE SERENDIPITY OF FIRST SIGHT BY GAMALIA15
P. 71
Mengingat malam tadi, ponselku seolah tak diberi waktu
untuk bernapas. Notifikasi WhatsApp riuh rendah oleh ajakan
teman-teman yang merayu untuk menghabiskan satnight
bersama. Sungguh kontras. Kemarin rasanya sepi seolah dunia
melupakanku, namun malam itu, ajakan main justru datang
bertubi-tubi mengisi layar kunci.
Sekitar pukul enam pagi, Jihan dan Popay akhirnya
menggeliat terbangun. Karena mereka sedang berhalangan sholat,
aku langsung mengamankan antrean kamar mandi untuk bersiap,
sebab Farras berjanji akan menjemputku tepat pukul delapan.
Kedua temanku itu kemudian mengosongkan area, bermigrasi ke
kamar Popay. Sebelum pergi, Jihan sempat mengitari
pandangannya pada beberapa pilihan outfit yang sudah kupajang
di gantungan baju.
"Lucu banget, Ka! Sumpah, gue nggak nyangka vibes lo kalau lagi
kerja sama kalau mau main bisa beda jauh begini, kayak dua orang
yang berbeda," komentarnya antusias. Aku hanya tersenyum tipis.
Waktu merambat cepat. Pukul delapan pas, aku sudah rapi
dengan riasan wajah dan pakaian terbaikku. Namun, sebuah pesan
singkat masuk. Farras mengabarkan baru akan jalan (on the way)
jam sembilan. Aku mendengus, merotasikan bola mata. Tipikal
orang Indonesia, batinku kesal. Janji jam delapan, tapi realisasinya
71

