Page 75 - THE SERENDIPITY OF FIRST SIGHT BY GAMALIA15
P. 75
menikmati peranku untuk mengimbangi egonya dengan tingkat
kesombongan yang setara.
"Kamu suka MCR (My Chemical Romance) ya? Play dong," pintaku
memecah keheningan.
Farras menoleh dengan mata berbinar dikejutkan ketertarikanku.
"Eh, kamu suka juga?"
Aku pun mulai bercerita, menjabarkan bagaimana band rock
legendaris itu menginvasi telingaku sejak kecil karena ulah kakak
laki-lakiku yang memutar lagu mereka setiap hari tanpa bosan.
Perlahan tapi pasti, aku bertransformasi menjadi pencinta genre
yang sama. Kami kemudian menyusun daftar putar (playlist),
membiarkan distorsi gitar dan vokal Gerard Way memenuhi ruang
mobil. Kami bernyanyi bersama, berteriak sekencang suara yang
kami punya, hingga tanpa sadar, gedung tinggi Perpusnas sudah
tegak berdiri di depan mata.
"Mana gift-nya? Katanya kamu mau kasih aku sesuatu?" tagihku
sesaat sebelum turun, mengingat janjinya tempo hari.
"Oh iya, sebentar," Farras merogoh sesuatu dari tasnya di kursi
belakang. Dia mengulurkan dua buah gantungan kunci kecil
berwarna silver dan ungu yang tampak begitu menggemaskan.
"Ini aku beli waktu dinas ke Lampung kemarin, mau yang lain
juga?", tawarnya menyodorkan beberapa gantungan kunci lain.
75

