Page 78 - THE SERENDIPITY OF FIRST SIGHT BY GAMALIA15
P. 78

“Buset, sampai dikekep gitu. Kagak bakal ilang cewek lu, Bang! “

          julidku lagi dalam hati, menahan tawa geli atas drama visual di

          depan mataku.
               Kami keluar di lantai  14. Sejujurnya, saat aku menuliskan

          bagian  ini  (di  pertengahan  Mei),  ingatan  visualku  agak  buram
          mengenai buku spesifik apa yang sebenarnya dicari Farras waktu

          itu, mengingat peristiwa aslinya terjadi di bulan Oktober silam.

          Aku hanya mengandalkan serpihan memori yang tersisa. Namun
          yang  pasti,  buku  yang  dicari  Farras  nihil.  Lantai  14  ternyata

          menyimpan koleksi naskah kuno yang bersifat rahasia dan tidak

          bisa diakses sembarang orang.
               Kami pun memutuskan menyudahi kegagalan di lantai itu

          dan  bergerak  menuju  lantai  24.  Saat  melangkah  menuju  lift,

          sebuah kehangatan tiba-tiba melingkari jemariku. Farras meraih
          tanganku, menautkan jemari kami erat-erat.

          "Biar jangan hilang,"  ujarnya dengan nada suara yang dibuat se-



          flat dan  se-cool mungkin,  seolah  itu  adalah  hal  biasa,  padahal
          jantungku sudah berdegup gila-gilaan di dalam sana.
               Begitu menginjakkan kaki di lantai 24, dunia kami seakan

          terbagi.  Kami  memutuskan  berpencar  demi  memuaskan  rasa
          ingin  tahu  masing-masing.  Aku  melangkah  dengan  binar  mata

          yang tak sabar, berburu literatur yang sesuai dengan passion-ku.


                                                                          78
   73   74   75   76   77   78   79   80   81   82   83