Page 79 - THE SERENDIPITY OF FIRST SIGHT BY GAMALIA15
P. 79
Sementara Farras merajut langkah di antara rak-rak, mencari
inspirasi untuk draf buku barunya.
Aku kembali ke meja dengan tumpukan buku tebal tentang
DNA, di antaranya Forensic Entomology dan buku Genetika. Di
sampingku, Farras duduk dengan beberapa buku sastra di
hadapannya. Wajahnya menekuk kecewa, dia mengeluh karena
mayoritas buku di sana berbahasa Indonesia dan koleksinya
kurang lengkap untuk standar referensinya.
Akhirnya, kami tenggelam dalam keheningan yang magis,
fokus menatap aksara di hadapan masing-masing. Kami berdua
memang dipertemukan oleh hobi yang sama, yaitu membaca.
Bahkan, alasan terbesarku memberanikan diri menuliskan kisah
ini adalah karena dia juga sedang berjuang merampungkan buku
keduanya. Aku selalu mengusahakan apa saja, agar dunia kami
tetap memiliki frekuensi dan hobi yang sama.
Keheningan itu pecah saat mataku terpaku pada sebuah bab
yang membahas tentang Down Syndrome . Aku baru mengetahui
sebuah fakta medis bahwa faktor risiko terbesar sindrom ini
terjadi pada kehamilan ibu yang menginjak usia 30 tahun. Aku
menggumamkan fakta itu pelan, yang rupanya didengar oleh
Farras.
79

