Page 82 - THE SERENDIPITY OF FIRST SIGHT BY GAMALIA15
P. 82

Farras  kemudian  mulai  mengurai  cerita  tentang  latar

          belakang  keluarganya,  membiarkan  dirinya  terbuka  terlebih

          dahulu,  sebelum  kembali  menghujaniku  dengan  berbagai
          pertanyaan  intimidatif  yang  mencari  jawaban.  Kami  berdua

          akhirnya tenggelam dalam pusaran obrolan serius, mengabaikan
          makanan yang mulai mendingin dan deburan ombak Aloha yang

          menjadi saksi bisu rumitnya isi kepala kami.

               Pukul  lima  sore,  semburat  jingga  mulai  turun  membasahi
          langit. Kami memutuskan untuk menyudahi hari dan pulang. Ada

          seikat rasa sedih yang mendadak menggelayuti hatiku saat harus

          melangkah  meninggalkan  tempat  ini.  Namun,  kesedihan  itu
          berumur pendek. Saat berjalan menuju parkiran, Farras kembali

          meraih  tanganku,  menggenggamnya  erat  tanpa  memedulikan

          sekitar. Aku yang tak ingin kehilangan momen langka ini segera
          merogoh  ponsel  dengan  tangan  yang  bebas,  merekam  tautan

          jemari kami.

          "Aku kira kamu itu awalnya bude-bude tahu, hehe. Takut banget
          aku  kena  catfishing pas pertama  ketemu",  seloroh Farras tiba-

          tiba, merusak momen romantis dengan candaan sialannya. Aku

          tidak membalas, terlalu sibuk mengagumi hasil rekaman video di
          ponselku.





                                                                          82
   77   78   79   80   81   82   83   84   85   86   87