Page 84 - THE SERENDIPITY OF FIRST SIGHT BY GAMALIA15
P. 84

BAB 17 : LITURGI PANCONG


             3 November 2025: Paradoks Mewah dalam Sederhana


               Hari ini bergulir begitu saja, hambar dan tanpa pretensi. Aku

          terjebak dalam ritme rutinitas yang monoton, sebuah siklus yang
          seolah  berjalan  otomatis  tanpa  meninggalkan  kesan  berarti.

          Namun,  saat  senja  mulai  meluruh  dan  malam  mengambil  alih,

          sosok  Farras  hadir  seperti  biasanya.  Dia  datang  menjemputku,
          menyela  kesunyian  malam  dengan  ajakan  sederhana  untuk

          sekadar keluar mencari udara segar.

               Pilihan kami jatuh pada sebuah warung kopi yang letaknya
          tepat  di  seberang  kampus  tempatku  bekerja.  Sebuah  sudut

          memori yang akrab dengan aroma kopi instan dan riuh rendah
          mahasiswa. Di sana, di antara bising jalanan, dia memesankanku

          seporsi  pancong  cokelat  keju  yang  melimpah,  sementara  untuk


          dirinya sendiri, ia memilih pancong blueberry setengah matang
          dengan  tekstur  yang  masih  lembut  di  tengahnya.  Sembari

          menunggu  pesanan  kami  tiba,  ia  sempat  melipir  ke  warteg  di
          sebelah warkop tersebut untuk mengisi perut, sebuah kesahajaan

          yang selalu menjadi ciri khasnya.

               Di bawah temaram lampu jalan, ia mulai bercerita. Suaranya
          mengisi  ruang  di  antara  kami,  menjelaskan  tentang  rencana



                                                                          84
   79   80   81   82   83   84   85   86   87   88   89