Page 83 - THE SERENDIPITY OF FIRST SIGHT BY GAMALIA15
P. 83

Bahkan  ketika  kami  sudah  di  dalam  mobil  dan  dia  mulai

          menyetir  membelah  kemacetan  pulang,  tangan  kirinya  tetap

          menolak melepaskan genggamannya pada tanganku. Dia menyetir
          dengan  satu  tangan.  Hari  itu,  terlepas  dari  segala  keambiguan

          hubungan kami, rasanya begitu sempurna. Pergi ke tempat favorit,
          bersama  orang  yang  paling  mumpuni  untuk  menduduki  posisi

          teratas sebagai orang favorit di hidupku.

               Pukul  19.00  WIB,  Xpander  hitam  itu  kembali  berhenti  di
          depan  gerbang  kosku.  Aku  berbalik  menghadapnya,  meraih

          tangannya  untuk  kucium  lembut  sebagai  tanda  pamit.  Aku

          melangkah turun, melambaikan tangan sebelum tubuh mobilnya
          menghilang di tikungan jalan untuk melanjutkan perjalanannya

          sendiri.

               Malamnya, sekitar pukul 21.00 WIB, sebuah notifikasi pesan
          singkat muncul di layar ponselku. Sebuah pesan dari Farras. Isinya

          singkat,  hanya  untaian  kata  terima  kasih  untuk  hari  ini  dan

          kalimat pamit untuk beristirahat tidur. Aku memeluk ponselku di
          atas kasur, menutup hari itu dengan senyuman yang enggan surut,

          menyimpan rapat-rapat memori bulan Oktober yang manis ini di

          dalam kepala.





                                                                          83
   78   79   80   81   82   83   84   85   86   87   88