Page 74 - THE SERENDIPITY OF FIRST SIGHT BY GAMALIA15
P. 74

"Nanti aja,"  jawabku singkat. Namun jauh di dalam dada, perhatian

          kecil  yang  tulus  itu  berhasil  meletupkan  rasa  hangat.  Dia

          membuatku merasa spesial.
               Kami  akhirnya  mendarat  di  area  foodcourt bernuansa

          Jepang setelah lelah berputar-putar. Farras memesankanku beef
          yakiniku . Dan seperti ritual yang sudah-sudah, porsiku yang kecil

          tak  pernah  sanggup  menghabiskan  makanan  itu.  Tanpa  banyak

          bicara,  Farras  menarik  mangkokku  dan  menghabiskan  sisa
          makananku tanpa ragu. Setelah itu kami melanjutkan perjalanan

          menuju perpusnas.

               Obrolan  kami  mulai  mengalir  lebih  dalam.  Farras  mulai
          mengulik  latar  belakangku  dengan  nada  menyelidik  namun

          bercanda.

          "Kamu  sebenarnya  dari  keluarga  berada  ya?  Sampai  keluarga
          kamu jauh-jauh nengok ke Jakarta, terus kirim motor segala buat

          kamu”, tanya Farras penasaran.

          "Kaya  dong!  Buktinya  aku  bisa  sampai  kuliah  S2", celetukku

          sombong.

          "Astaghfirullah, maafin temen saya ya Allah,"  sahutnya dramatis.

               Tawa  kami  pecah.  Farras  adalah  tipe  pria  yang  gemar
          menyombongkan  diri  dalam  konteks  gurauan,  dan  aku  selalu





                                                                          74
   69   70   71   72   73   74   75   76   77   78   79