Page 68 - THE SERENDIPITY OF FIRST SIGHT BY GAMALIA15
P. 68

menemuinya. Laki-laki macam apa yang terus-menerus memohon

          mendekat, namun tidak pernah absen menjatuhkan harga diriku?

               Uniknya, manusia adalah makhluk yang penuh kontradiksi.
          Saat motor kembali membelah malam menuju kost, ketegangan di

          antara kami perlahan mencair, seolah badai beberapa menit lalu
          hanyalah  angin  lewat.  Farras  kembali  membuka  percakapan,

          mengingatkanku pada rencana akhir pekan kami.

          "Minggu jadi ya, Gin, ke PIK?"  tanyanya, memastikan.
          "Iya",   jawabku pendek.

          "Beneran ya? Aku pengin banget ke sana sama kamu."

          "Ayoo,  aku  malah  seneng",  sahutku,  mencoba  menyamakan
          frekuensi bicaranya yang melunak.

               Setibanya  di  depan  gerbang  kost,  aku  turun  dari  motor.

          Seperti  ritual  perpisahan  biasa,  aku  meraih  jemari  tangannya,
          menciumnya  sebagai  tanda  pamit.  Namun,  sebelum  aku  benar-

          benar berbalik, matanya menilai penampilanku dari ujung kepala

          hingga ujung kaki.
          "Nanti kamu ke PIK pakai baju begini?",   ledeknya, menahan tawa.

          Memang, setiap kali dia menemuiku secara mendadak, aku tidak

          pernah repot-repot berdandan. Aku hanya mengenakan pakaian
          seadanya, baju tidur longgar atau daster yang nyaman.





                                                                          68
   63   64   65   66   67   68   69   70   71   72   73