Page 65 - THE SERENDIPITY OF FIRST SIGHT BY GAMALIA15
P. 65
"Rame," sahut Farras pendek, nada suaranya menyiratkan
keengganan.
Aku tidak membalas. Aku memilih bungkam, membiarkan
keheningan mengokohkan diri di antara kami, sebuah isyarat bisu
yang rupanya dia tangkap sebagai tanda kekecewaan. Melihatku
terdiam, Farras akhirnya mengalah. Dia membelokkan kemudi
motornya, mengarah ke pelataran Gacoan yang bising. Di balik
masker yang kukenakan, sebuah senyuman tipis terbit. Aku
menang, batinku senang.
Kami memesan dua porsi mie dengan tingkat kepedasan
level satu dan dua, ditemani segelas ice tea , es gerobak sodor yang
manis, serta sepiring udang keju favorit. Sembari menunggu
antrean makanan selesai diracik, aku pamit beranjak menuju
toilet. Saat melangkah kembali, pandanganku terjatuh pada
sosoknya dari kejauhan. Di antara hilir mudik pengunjung, Farras
tampak tenggelam dalam dunianya sendiri, sibuk menatap layar
laptopnya yang menyala. Tepat saat aku kembali menduduki kursi,
alat alarm di meja kami bergetar dan berbunyi nyaring, pertanda
hidangan telah siap. Tanpa banyak bicara, Farras langsung
bergegas bangkit untuk mengambilnya.
Namun, estetika makanan yang tersaji di depan mata tidak
mampu mengusir rasa tidak nyaman yang sedari tadi mengendap
65

