Page 57 - THE SERENDIPITY OF FIRST SIGHT BY GAMALIA15
P. 57
Jantungku mencelos. Rasa kaget dan kesal bercampur aduk.
Meski enggan menemuinya, kaki ini entah mengapa tetap
melangkah turun dengan tergesa. Di sana, ia berdiri menyodorkan
bungkusan sup dan paket ayam goreng KFC.
"Aku bawain sup buat kamu," ucapnya pelan.
"Kok kamu tumben jam segini sudah pulang?" tanyaku heran.
Biasanya, ia baru akan menampakkan diri saat malam sudah larut,
kebiasaan yang selama ini sangat mengganggu jam tidurku.
Sebagai orang yang terbiasa terlelap selepas Isya, aku seringkali
harus terjaga demi menunggunya menembus kemacetan Jakarta
yang memakan waktu setidaknya satu jam menuju kosku.
"Aku tinggalin kerjaan, soalnya aku panik tau kamu sakit,"
sahutnya tanpa beban.
Detik itu, pertahanan yang kubangun dengan begitu kokoh
tiba-tiba runtuh. Ada ketulusan yang terpancar dari tatapannya,
sesuatu yang tidak bisa dimanipulasi oleh kata-kata sombongnya.
Di kota sebesar Jakarta ini, aku benar-benar berjuang seorang diri
dan di hadapanku ada laki-laki yang rela meninggalkan urusan
kantor hanya demi mengantarkan seporsi sup hangat, padahal ia
bisa saja memesannya lewat aplikasi Gofood. Aku mulai goyah.
Apakah aku harus memberinya satu kesempatan lagi? Aku
mulai berpikir, mungkin dia adalah sosok yang bisa menjagaku,
57

