Page 58 - THE SERENDIPITY OF FIRST SIGHT BY GAMALIA15
P. 58

orang  yang  bisa  kuandalkan  di  tengah  kerasnya  ibu  kota.  Aku

          benar-benar luluh melihat usahanya yang nyata.

          "Aku beli dua, boleh makan di sini aja?"  tanyanya ragu.
          Aku mengangguk, lalu bergegas masuk mengambil makanan yang

          telah kubeli sebelumnya. Kami pun duduk di teras, berbagi tiga
          potong ayam dan dua porsi nasi dalam obrolan santai yang tak lagi

          terasa  menyesakkan.  Setelah  makanan  tandas,  ia  pamit  pulang

          dengan sopan.
               Aku kembali ke kamarku, melanjutkan sisa sup yang belum

          sempat  kuhabiskan  karena  perutku  sudah  terlalu  kenyang  oleh

          kehangatan  yang  tak  terduga.  Sepanjang  malam  itu,  pikiranku
          hanya  tertuju  padanya.  Aku  mencoba  meyakinkan  diri  sendiri,

          bahwa barangkali, ia layak mendapatkan satu kesempatan untuk

          membuktikan sisi baiknya yang baru saja kulihat.

















                                                                          58
   53   54   55   56   57   58   59   60   61   62   63