Page 52 - THE SERENDIPITY OF FIRST SIGHT BY GAMALIA15
P. 52
BAB 12 : CATUR DATE
28 Oktober 2025: Skakmat di Bawah Langit Timur
Selasa itu, Jakarta Timur terasa lebih sesak dari biasanya.
Intensitas kehadiran Farras dalam hidupku mulai terasa
mencekik. Ia bilang akan datang sepulang kerja—sebuah rutinitas
yang jujur saja, alih-alih membuatku tersanjung, justru memicu
rasa risih yang mendalam. Dia bukan tipeku. Ada jejak
kesombongan dalam bicaranya yang selalu gagal kukagumi.
Selepas Isya, ia tiba di depan kostku dengan Jupiter kuning
kebanggaannya. Menolaknya adalah hal mustahil; keras kepalanya
jauh lebih tangguh daripada penolakanku. Akhirnya, aku
menyerah pada keadaan. Kami membelah jalanan malam,
berkendara sekitar dua puluh menit mencari tempat untuk
sekadar singgah. Rencana awalnya adalah mencuci motor sambil
menanti malam larut, namun kafe yang dituju telah tutup.
Kami berakhir di sebuah kafe lain tak jauh dari sana. Ia
memilih lantai tiga, sebuah area rooftop yang ia tahu adalah
tempat favoritku. Namun, keindahan langit malam itu langsung
terdistraksi saat ia mengeluarkan papan catur.
"Main denganku", pintanya.
52

