Page 23 - Pendidikan Pancasila SMP Kelas VII
P. 23

a.  Golongan pergerakan (lintas etnis dan agama).                            Tugas 1.4
                  b.  Golongan Islam.
                  c.  Golongan birokrat (kepala jawatan).                                  Keanggotaan BPUPK diklasifi-
                                                                                           kasikan ke dalam lima golong-
                  d.  Wakil kerajaan (kooti) dan pangreh praja (residen, wakil residen, bupati,   an. Jelaskan lima golongan ter-
                      wali kota).                                                          sebut dalam bentuk makalah.
                  e.  Golongan peranakan atau keturunan, yang terdiri atas peranakan atau   Kalian dapat mencari informasi
                                                                                           di buku atau internet. Kerjakan
                      keturunan Tionghoa (empat orang), peranakan atau keturunan Arab      secara berkelompok dengan
                      (satu orang), dan peranakan atau keturunan Belanda (satu orang).     jumlah anggota empat orang.
                      Tidak semua anggota BPUPK adalah laki-laki. Terdapat dua perempuan   Diskusikan  hasilnya  dengan
                                                                                           kelompok lain.
                  yang menjadi anggota BPUPK, yaitu Ny. Maria Ulfa Santoso dan Ny.
                  R.S.S. Sunaryo Mangunpuspito. Kalian dapat melihat keanggotaan BPUPK
                  walaupun hanya di lingkup Jawa dan Madura saja, tetapi komposisinya
                  begitu beragam tidak hanya dari sudut pandang etnis, agama, dan golongan
                  dalam masyarakat, tetapi juga mencerminkan keberagaman gender.



                        Tokoh                Siti Sukaptinah Sunaryo Mangunpuspito


                                                                                Sumber: https://bit.ly/3MwO4nJ
                    Siti Sukaptinah lahir di Yogyakarta pada 28 Desember 1907. Beliau adalah anak seorang abdi dalem
                    bernama R. Sastrawecana. Semasa sekolah di Holandsch-Inlandsche School (HIS) Keputran yang
                    didirikan Sultan Hamengkubuwono VII, beliau aktif di Siswa Praja Wanita Muhammadiyah (cikal bakal
                    Aisyiyah). Setelah lulus dari HIS, Sukaptinah melanjutkan ke MULO Ngupasan dan aktif di Jong Java. Pada 1924
                    beliau pindah ke Taman Guru, Taman Siswa, sampai dengan lulus tahun 1926. Beliau diajar langsung oleh Ki Hadjar
                    Dewantara dan istri. Pada 1929 beliau menikah dengan Sunaryo Mangunpuspito, pria yang dikenalnya ketika sama-
                    sama menjadi aktivis Jong Java.
                        Dalam sejarah gerakan perempuan, Siti Sukaptinah dikenal sebagai aktivis organisasi perempuan pada masa
                    kolonial. Beliau adalah anggota kelompok nasionalis Islam Jong Islmieten Bond Dames Afdeling (JIBDA) dengan latar
                    belakang pendidikan nasionalis. Beliau juga aktif di dalam Kongres Perempuan Indonesia I pada 1928. Sukaptinah,
                    merupakan aktivis Jong Islamieten Bond yang juga berpartisipasi aktif dalam Kongres Perempuan I–IV dengan
                    memberikan arti yang penting melalui ranah politik. Beliau juga pernah duduk di parlemen di Semarang sebagai
                    wakil perempuan dengan pemikiran politiknya tentang pentingnya perempuan secara tegas memperjuangkan hak
                    pilih dan keterwakilan perempuan di parlemen.




                      Adapun susunan kepengurusan BPUPK adalah sebagai berikut.
                  a.  Ketua (Kaityoo): Radjiman Wedyodiningrat.
                  b.  Ketua Muda (Haoekoe Kaityoo) atau Wakil Ketua: Itibangase Tosio
                      Tekisan (anggota luar biasa, bangsa Jepang) dan Raden Pandji Suroso
                      (merangkap kepala tata usaha).

                      Dalam menjalankan tugasnya, BPUPK mengadakan sidang sebanyak
                  dua kali, yaitu sidang pertama tanggal 29 Mei–1 Juni 1945 untuk mem-
                  bahas rancangan dasar negara dan sidang kedua pada 10–16 Juli 1945
                  untuk membahas rancangan Undang-Undang Dasar. Ketua BPUPK,
                  Radjiman Wedyodiningrat ketika membuka sidang pertama tanggal 29
                  Mei 1945 menyatakan dengan tegas bahwa masalah pokok yang dibahas



                                                                    Bab I Sejarah Kelahiran Pancasila sebagai Dasar Negara  9
   18   19   20   21   22   23   24   25   26   27   28